Hasil visum IRT di duga tewas kesentrum di areal mesin pompa PDAM Oku,belum klar

BATURAJA,BeritaTrans9 – Sudah hampir 2 minggu atau 13 hari tepat pada tanggal 2 november  lalu, kematian susmawati (23)warga tanjung agung kecamatan baturaja barat kab OKU,  ibu satu anak ini beropesi sebagai ibu rumah tangga, sampai sekarang kematian susmawati yang sebelum nya di duga tewas kesenturm kabel mesin pompa air milik PDAM OKU belum bisa di ketahui pasti apa penyebaba nya, di karna kan hasil visum dari Rumah umum ibnu sutuwo baturaja belum di keluar kan.

Dari hasil penjelasan Kapolres OKU AKBP Dover Christian SIk MH melalui Kapolsek Baturaja Barat Iptu yuliko saputra SH kepada wartawan mengatakan (9/11), pihak nya belum mendapat kan salinan hasil hasil visum dari pihak rumah sakit RSUD ibnu sutowo terkait kematian korban’’anggota kita sudah kerumah sakit untuk mengambil hasil visum, namun kata salah satu perawat hasil salinan visum tersebut belum bisa di ambil lantaran dokter  yang melakukan visum terhadap korban belum mebubuh kan tanda tangan nya’’ terang yuliko.

Lebih lanjut, yuliko mengatakan saat ini pihak nya hanya tinggal menunggu hasil visum saja, jika hasil visum sudah keluar pihak nya baru bisa melakukan penyelidikan lebih lanjut , untuk saat ini kasus tewas nya korban belum ada tindak lanjut nya, kalau hasil visum sudah keluar baru kita akan lakukan penyelidikan lebit lanjut , kita baru memeriksa dua orang saksi yang menemukan jasad korban, karna saat kejadian korban meninggal di lokasi tidak ada saksi mata’’ kata yuliko.

Mendengar kabar belum ada nya tindak lanjut dari kepolisian di karna kan hasil visum yang keluar karna belum di tanda tangani oleh dokter RS yang menangani, pihak keluarga korban merasa kecewa.

Hal tersebut di katakan ayah korban Zainal Arifin yang di ketahui sahari-hari nya bekerja sebagai buruh bangunan, saat di wawancarai wartawan Koran ini (13/11), zainal mengatakan ‘’ kami sekeluarga merasa sangat kecewa atas keterhambatan nya dari pihak rumah sakit mengeluar kan hasil visum, karna tanpa hasil visum pihak kepolisian belum bisa memproses dan menindak lanjuti kematian anak saya, meski secara nyata kematian anak saya di duga di sebab kan kena sentrum oleh kabel yang di tanam pihak PDAM di dalam genangan air tempat anak saya mengambil air, di samping bak penyaringan tepat nya di belakang ruangan tempat mesin pompa air berada,

Lanjut zainal ‘’ kami hanya bisa pasrah menunggu karna kami tidak bisa berbuat apa-apa , jangan kan menyewa pengacara untuk makan pun kami susah, dengan keadaan kami yang sangat kekurangan ini, rumah gubuk tempat kami tinggal ini pun tanah nya milik PT semen, kami selalu berdoa dengan harapan mendapat kan keadilan’’ tutur zainal. (jn)

IMG01153-20151114-1130

(Visited 94 times, 1 visits today)

Photo Gallery

© 2013 BeritaTrans9.com All rights reserved