PENIMBUN LIMBAH B3 MILIK HAJI SABRONI ,KAPOLRES GRESIK ENGGAN LAKUKAN UPAYA HUKUM

GRESIK,BERITA TRANS9.Lemahnya hukum dan tindakan oleh Aparatur Negara di rasa kurang idialisme untuk menegakkan aturan hukum ,terbukti beberapa pelanggaran hukum yang di lakukan oleh tersangka pengusaha ilegal, hingga saat ini Kepolisian Polres Gresik belum lakukan upaya hukum terhadap pemilik limbah B3. Akankah kejadian ini dibiarkan begitu saja , bagaimana dampak yang  terjadi terhadap lingkungan  atas serapan air dan sumber mata air yang berubah warna.

Bermula dari informasi masyarakat atas tumpukkan limbah jenis sisa proses pembuatan aspal yang berasal dari buton di wilayah luar jawa,di perkirakan limbah tersebut sebanyak 3000 ton yang di timbun di depan balai Desa Suci Kabupaten Gresik, hingga  hampir satu tahu lebih limbah tersebut di timbun di gudang , hingga masyarakat merasa resah tetapi hal itu karena pemilik masih saudara Kades Risal maka masyarakat merasa enggan untuk melaporkan kejadian ini ke kapala desa .saat di konfirmasi Haji Sabroni mengatakan ,”bahwa limbah tersebut milik Haji Khoirul yang di titipkan ke saya untuk di jual dan di proses kembali, mengenai surat dan legalitas asal usul barang saya tidak tau mas,” ungkapnya.    Dari kejadian ini berbeda dengan Statemen Haji Khoirul saat di konfirmasi media trans9 mengatakan ,” bahwa semua limbah yang ada di gudang itu milik Haji Sabroni ,mereka membeli dari Buton dan yang memesan hal itu berarti milik beliau ,atas ulah Haji Sabroni rumah tanggaku jadi berantakan silahkan konfirmasi ke Haji Sabroni mas,” ungkapnya.

Kendati demikian saat di konfirmasi kasat reskrim AKP Iwan menegaskan ,” bahwa saat ini saya lagi di luar mas jadi silakan kordinasi dengan kanit sugeng kerena beliau sudah kami perintahkan untuk lidik di TKP mas,” tegasnya. dari statemen Kasat Reskrim berbeda dengan komentar kanit Sugeng ketika di konfirmasi awak Media trans9 mengatakan ,” bahwa kami belum dapat perintah dari kasat mas saat ini kami di luar kota coba tak lidiknya dulu  besok setelah kami pulang dari luar kota,” ungkapnya.

Dari kejadian ini dapat diambil kesimpulan bahwa lemahnya Penegakan hukum , supremasi hukum di Polres Gresik di rasa kurang  Optimal dalam menjalankan tugas dan fungsi POLRI,hingga pelaku pelanggaran hukum terkait penimbunan limbah B3 sesuai Undang –Undang Lingkungan Hidup nomor 32 tahun 2009 sesuai KUHP pasal 98 tentang pengelolahan limbah B3 yang berdampak pada kehidupan lingkungan hidup dengan sanksi pidana 8 sampai 15 tahun denda Rp 400 Milyar, untuk itu kapolres gresik AKBP ADY Wibowo SIK harus ambil tindakan tegas terhadap pemilik limbah tersebut ,sementara pihak BLH kabupaten Gresik tutup mata melihat limbah B3 sebanyak  3000 ton milik haji sabroni (55) warga perumahan griya suci permai, tidak ada tindakan  terhadap pengusaha tersebut. (RED)kapolres gresik

(Visited 540 times, 1 visits today)

Photo Gallery

© 2013 BeritaTrans9.com All rights reserved