Kepengurusan Akta Tanah di Tulungagung Libatkan Kasun, 3 Tahun Tak Kunjung Selesai

WhatsApp Image 2020-07-30 at 14.56.26
Tulungagung, Beritatrans9.co – Carut marut pengurusan Akta tanah di Kabupaten Tulungagung semakin marak diperbincangkan publik.

Hasil penelusuran media ini, berhasil menemui Fauzi (32)  dikediamannya warga dusun Dono desa Dono kecamatan Sendang Kabupaten Tulungagung menceritakan terkait pengurusan Akta Tanah hingga tiga tahun tak kunjung jadi.

Menurutnya, ia mengurus balik nama akta tanah melalui kepala Dusun (Kasun) Dono Santoso sampai sekarang tak kunjung selesai, meskipun berkas lengkap dan sudah di bayar lunas tanpa kwitansi atau tanda terima.

“Benar, hampir tiga tahun yang lalu kejadian ia alami sekitar tahun 2017 waktu itu  mengurus akta balik nama hingga hari ini tak kunjung jadi, untuk pembayaran sudah ia lunasi diterima langsung Pak Santoso sejumlah Rp.1.300.000 (Satu juta tiga ratus) tanpa diberi kwitansi atau tanda terima, sedangkan berkas juga sudah lengkap,” ceritanya saat di temui langsung dikediamannya, Rabu (29/7/2020) Pagi.

Tempat terpisah, Kasun Dono Desa Dono Santoso tidak mengelak bahwa Fauzi menitipkan kepengurusan Akta balik nama tanah dari kepemilikan Sofyan warga Nyawangan melalui dirinya, saat di temui dikediamannya. 

“Kejadian itu tahun 2017, Fauzi menitipkan kepengurusan Akta balik nama tanah nya ke saya, sekaligus sudah membayar lunas. Ia mengakui tanpa memberikan tanda terima atau kwitansi, hanya bermodal saling kepercayaan saja,” ujarnya.

Ia juga membantah kalau berkas kepengurusan Akta balik nama sudah lengkap.

“Berkas Fauzi belum lengkap kurang KTP pemilik rumah sebelum di beli, ia di beritahu oleh Pak Haryono (salah satu Kasun yang ada di Desa Dono),” imbuhnya.

Santoso juga mengungkapkan kalau pengurusan akta balik nama tanah di sini semua titip ke Pak Haryono, dengan kejadian ini ia berjanji akan secepatnya mengembalikan uang Fauzi.

“Semua pengurusan Akta balik nama ini nitipnya ke pak Haryono, dan ia sampaikan warga disini juga ada yang lebih dari 3 tahun saja kepengurusannya tak kunjung selesai,” ungkapnya.

Ia menambahkan terkait kepengurusan keseluruhan Akta tanah di desa Dono yang tak kunjung selesai saat ini menyisakan 50 pemohon saja, dari awalnya 80 pemohon sudah jadi 30. Ia juga berjanji akan mengembalikan uang Fauzi bulan depan sekitar tanggal 5,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Dono Priyambodo saat di temui dibalai desa mengatakan tidak mengetahui hal itu. 

“Saya baru menjabat menjadi Kades masih tahun kemarin (Oktober 2019) kalau itu sepertinya sudah tiga tahun berarti Kades yang lama, Sekretaris desa (Sekdes) nya juga baru hampir bersamaan dengan saya, coba nanti kita akan segera panggil yang bersangkutan untuk saya mintai keterangan,” tutupnya.(Ferry)

(Visited 2 times, 1 visits today)

Photo Gallery

© 2013 BeritaTrans9.com All rights reserved