Sempat Kabur ke Jakarta, Pemilik Tambang Ilegal Diringkus Polisi

WhatsApp Image 2020-07-29 at 20.23.05
Tulungagung, Beritatrans9.com – Unit Tindak Pidana khusus (Pidsus) Sat Reskrim Polres Tulungagung akhirnya berhasil meringkus Karwito (45), tersangka pemilik tambang ilegal di dusun Secang, desa Pojok, kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.

Sebelumnya Polres Tulungagung telah melayangkan surat pemanggilan terhadap tersangka Karwito sebanyak dua kali, tapi tersangka tidak pernah mengindahkan. Karena tak pernah datang dan ada indikasi melarikan diri, maka pada surat panggilan ketiga ini Polres Tulungagung menetapkan tersangka sebagai daftar DPO (Daftar pencarian orang).

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Tulungagung melalui Wakapolres Tulungagung Kompol Pol Yoghi Hadisetyawan, S.I.K, M.I.K, dalam gelar perkara dihalaman Mako Polres Tulungagung.Rabu (29/7/2020) siang.

“Setelah panggilan ke-3 ini dikeluarkan sebagai DPO, karena tersangka indikasi melarikan diri,” ungkapnya.

Menurut Perwira satu melati dipundak ini, keberadaanya kabur dari Tulungagung diketahui berada di Jakarta untuk sembunyi, tersangka sudah mengetahui adanya surat panggilan beberapa kali sudah dilayangkan.

Ia menambahkan, dalam perkara ini sepertinya Polres Tulungagung dianggap remeh, terbukti dengan tetap melakukan aktivitas penambangan ilegal itu, namun sempat berhenti saat sudah ada peringatan akan tetapi selang beberapa waktu aktivitas tetap beroperasional kembali.

“Pihaknya mendapat informasi dari masyarakat terkait kembali beroperasinya penambangan itu, langsung melakukan penindakan,” tambah Kompol Yoghi.

Seperti diketahui barang bukti (BB) yang berhasil diamankan berupa 13 unit dump truck beserta materialnya, 2 unit exkavator, 1 unit breeker (Alat pemecah batu), dan sejumlah uang senilai Rp.18.902.000 disertai bon nota DO yang disita dari lokasi itu.

Akibatnya tersangka dijerat dengan UU No.4 Tahun 2009 pasal 158 tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara dengan ancaman 10 tahun penjara subsider 8 bulan dan denda sebesar 10 milyar rupiah.

Tempat sama, tersangka pemilik tambang ilegal Karwito (45) membantah kalau dirinya kabur ke Jakarta untuk menghindari perkara ini.

“Ke Jakarta untuk menjenguk keluarga karena ada urusan yang harus segera diselesaikan,” katanya.

Menurutnya, ia mengakui sudah melakukan upaya membuat izin terkait usaha penambangannya di dusun Secang, desa Pojok, kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung.

“Pengurusan surat izin sudah ia upayakan, tapi masih belum selesai,” tandasnya. (Ferry)

(Visited 3 times, 1 visits today)

Photo Gallery

© 2013 BeritaTrans9.com All rights reserved