Anies Sebut Pertama dalam Sejarah Pendapatan Jakarta Turun Rp. 40,7 T, Sebagai Dampak Covid – 19

IMG-20200530-WA0012
Jakarta,beritatrans9.com – Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat sebagian kegiatan ekonomi DKI Jakarta berhenti dan berakibat pada penurunan pendapatan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan pendapatan pajak sebesar 55% dari Rp 50,17 triliun menjadi Rp 22,5 triliun. Turunnya pendapatan pajak, membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jakarta anjlok Rp 40,7 triliun atau 53% dari Rp 87,9 triliun menjadi Rp 47,2 triliun. “Belum pernah dalam sejarah Pemprov DKI Jakarta, kita mengalami penurunan pendapatan sebesar ini yakni lebih dari Rp 40 triliun,” kata Anies dalam paparan resmi secara virtual, Jumat (29/5).

Anies mengatakan, pandemi corona bukan hanya menyebabkan krisis kesehatan, namun juga berimbas pada krisis ekonomi yang mulai dirasakan Jakarta. Sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Skala Besar, kasus infeksi corona di Jakarta memang menunjukkan penurunan atau melandai. Namun dampaknya memberikan tekanan ekonomi. “Kegiatan keagamaan, sosial, budaya terhenti dan tentu saja aktivitas di pasar, perdagangan, perindustrian terganggu, kegiatan ekonomi informal juga banyak terhenti,” kata Anies. Untuk tetap menangani pandemi corona, Anies memutuskan memotong tunjangan kinerja Pegawai Negeri Sipil sebanyak 25% dengan nilai mencapai Rp 2 triliun. Nantinya, anggaran tersebut akan dialihkan untuk bantuan sosial bagi 1,2 juta masyarakat prasejahtera. “Pilihannya adalah uang rakyat sebesar Rp 2 triliun diterima oleh 63.000 ASN atau diterima 1,2 juta rakyat prasejatera di Jakarta. Kami pilih untuk memberikan Rp 2 triliun itu bagi rakyat prasejahtera,” kata Anies. Selain memotong tunjangan PNS, Anies mengatakan tak ada lagi belanja pemerintahan kecuali penanganan banjir. “Pemangkasan dilakukan di semua sektor, semua difokuskan menangani Covid-19 dan turunannya,” kata Anies.

( NT/RED )

(Visited 7 times, 1 visits today)

Photo Gallery

© 2013 BeritaTrans9.com All rights reserved