Seminar Sehari oleh Dewan Pers “Wartawan Jangan Dipenjarakan”

IMG_20190727_180954

Surabaya,beritatrans9.com- Seminar yang digelar  oleh SPS (Serikat Pengusaha Pers) selaku penyelenggara menghadirkan pembicara Wakil Ketua Dewan Pers Hendrik CH Bangun di Gedung PWI Kota Surabaya bertujuan memberi arahan kepada seluruh Pimpinan Media Cetak maupun Online yang ada di wilayah Jawa Timur (27/7) pukul 10.00 WIB.

Seminar pada kali ini mengambil tema “Mewujutkan Pers yang Sehat dan Berkelanjutan”, bertujuan agar perusahaan Pers di Indonesia khususnya di Jawa Timur tetap bisa hidup dan bagaimana media-media ini menghadapi masalah hukum.

Ketua SPS Sukota dalam sambutannya mengatakan”SPS Jawa Timur yang sudah lama menjadi penghubung antara teman-teman media dengan Dewan Pers, dimana selama ini kita ketahui banyak dari teman-teman media yang mendapat pangilan dari Dewan Pers dengan adanya aduan,tidak tau kenapa tidak mau memenuhi panggilan tersebut,oleh karena itu kami menjembatani teman-teman media agar dapat pencerahan dari Dewan Pers”.

“Dimana kita ketahui pada saat ini banyak perusahaan Pers khususnya cetak sudah mulai berkurang, jadi kita mencari solusi kehidupan Pers saat ini,dan semoga setelah seminar ini teman-teman Pers bisa pulang dengaan membawa sesuatu yang bisa diterapkan diwilayahnya masing-masing,”tambahnya lagi.

Selanjutnya dalam arahannya Ainur Rohim Ketua PWI¬† menyampaikan”yang terpenting pada pagi ini perlu kita sampaikan bahwa Media massa itu berdiri dengan kemampuan dan kapasitas wartawan, dan itu artinya pemenuhan terhadap regulasi aturan Kode Etik dan lain-lain yang memayungi media Massa di Indonesia,”jelasnya.

“Di tahun 2019 Dewan Pers dan stageholder di dalamnya konstituwen SPS termasuk PWI konsen kepada sosialisasi tentang pemberitaan rawan, bagaimana hasil karya jurnalis itu tidak sampai tersandung hukum tapi cukup selesai di Dewan Pers saja, dan itu nanti bisa dijelaskan oleh pihak perwakilan dari Dewan Pers,”imbuh Ainur Rohim.

Banyak wartawan yang tersandung masalah hukum karena pemberitaan yang tidak berimbang,hasil karya Jurnalistik yang benar harus memenuhi 5w+1H, dan wartawan juga dituntut harus melek hukum serta memiliki pembendaharaan kata yang mumpuni.

“Hasil karya Jurnalis harus berdasarkan verifikasi kepada yang bersangkutan,jadi tidak asal berdasarkan katanya,” kata Hendri

Wakil Ketua Dewan Pers juga menambahkan”Perusahaan Pers harus berbadan hukum, kalau bisa PT,wartawannya sudah UKW dan terverifikasi Dewan Pers baik terverifikasi secara administrasi atau Aktual. Dan dalam bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Perusahaan yang telah terverifikasi itu yang diutamakan, kenapa? karena mereka menggunakan anggaran dari pemerintah dan itu harus dipertanggung jawabkan,”Jelasnya.

“Dalam menangani permasalahan pemberitaan wartawan, kami tidak butuh wakyu lama cukup dua kali mediasi selesai. jadi wartawan tidak perlu takut jika ada panggilan dari Dewan Pers terkait hukum, kasus yang kita tagani sampai saat ini sebanyak 400 kasus jadi tidak sedikit, dan tenaga kami di Dewan Pers terbatas. Banyak Kasus-kasus di daerah yang kami coba untuk selesaikan agar jangan sampai wartawan itu masuk penjara,”tegasnya.

“Untuk itu cobalah Perusahaan Pers mengikuti aturan di Dewan Pers, karena sekarang untuk mendaftar Verifikasi sudah dipermudah cukup melalui online di dewanpers.co.id anda sudah bisa mendaftarkan perusahaan anda atau wartawan yang mau mengikuti Uji Kompentensi Wartawan (UKW), wartawan diusahakan harus sudah sertifikasi dan itu nanti bisa melalui PWI atau AJI dalam penyelenggaraannya,”tambahnya lagi.

Acara ini selain dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Pers Hendri CH Bangun, Ketua SPS Jawa Timur Sukoto, Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim dan Pimpinan Perusahaan Pers dari berbagai wilayah, Hadir pula Pimpinan Perusahaan Pers Majalah Detektif, Taruna.com, Mojokerto Pos, Sekilas Media dan Trans’9.(Ek)

 

(Visited 26 times, 1 visits today)

Photo Gallery

© 2013 BeritaTrans9.com All rights reserved