Program study banding kelompok tani Desa Klotok Kec Plumpang Kab Tuban sebagai tuan Rumah

desa klotokTuban,Berita Trans9. Dalam Program Study Banding jumat 28/7  kelompok tani Desa Klotok mendapat kunjungan oleh kelompok tani (GHIPPA)  yang berasal dari kelompok tani  kecamatan Mallo dan kecamatan Kannor Kab Bojonegoro, serta di hadiri oleh (IPB) institut Pertanian Bogor  hal itu suatu kehormatan bagi  Desa Klotok pertama kali menjadi tuan rumah pada tahun ini ,dengan harapan agar pertanian di wilayah kabupaten tuban bisa selangka lebih maju, apa lagi pernah mendapat suatu  penghargaan tentunya sulit untuk mempertahankan. Kendati demikian dalam acara ini hadir seorang pakar  pertanian dari timur leste dan duta pertanian dari Negara  Australia  yakni Williyem BA dengan memberikan penyuluhan terhadap masyarakat tuban akan pentingnya suasembada pangan dan cara bertani yang benar agar menghasilkan panen berlimpa rua ,acara tersebut di hadiri oleh masyarakat tuban dan para tokoh masyarakat  tidak ketinggalan kepala desa Klotok yakni Supranoto Spd beserta perangkatnya yakni Kusyanto SH ,dalam acara ini berlangsung mulai pukul 08.00 Wib hingga selesai,  adapun tema dari  study tersebut antara lain cara pemanfaatan air dalam  saluran irigrasi dalam mengenagi lahan persawahan sehingga hasil panennya sangat memuaskan  . Saat di konfirmasi oleh awak media Trans9 Samijo selaku kelompok tani asal bojonegoro mengatakan ,” bahwa saya akan meenerapkan ilmu dari hasil study banding sistem Irigrasi dan cara bercocok tanam yang baik sehingga bisa menjadi tandingan kepada kelompok tani desa klotok yang  pernah mendapat  juara pertama pada lomba tingkat nasional  pada tahun 2013 di batam ,” ungkapnya. Rupanya masyarakat  Tuban pada umumnya mempunyai potensi dalam hal pertani sehingga mereka bisa menjadi percontohan bagi kelompok tani yang lain, dengan modal ketekunan sehingga menghasilkan panen yang memuaskan hal itu menjadi pedoman bagi masyarakat Ronggo lawe ,sementara saat di konfirmasi oleh awak media trans9 ,kepala desa klotok mengatakan ,” bahwa kami sangat bangga adanya program setudy banding kelompok tani di Desa kami , hal itu sama halnya meningkatkan SDM dan kwalitas serta kwantitas  masyarakat kelompok tani karena mayoritas penduduk indonesia saat ini tinggal 60 %  sebagai petani, karena banyaknya lahan persawahan di jadikan gudang dan pabrik tentunya pasokan beras untuk kebutuhan dalam negeri sangatlah kurang hingga pemerintah mendatangkan beras dari lauar Negeri ,” ungkapnya.  (TIM)

(Visited 296 times, 1 visits today)

Photo Gallery

© 2013 BeritaTrans9.com All rights reserved