GALIAN C MARAK DI MAGETAN

madiun 1

 

 

 

 

 

 

 

 

MAGETAN, BERITA TRANS9 - Persoalan yang menyangkut permasalahan penambangan galiansi terkesan sangat merugikan masyarakat, khususnya kerusakan jalan, polusi udara, dan lingkungan hidup. Disisi lain program pemerintah terkait pembangunan jalan tol yang di danai oleh APBN sangat membutuhkan cepat terselesainya pembangunan jalan tol, sehingga dampak dari galian C masyarakat yang menjadi imbasnya.

Lalu Lalang kendaraan Dump truk yang melintasi jalan Kabupaten dari desa Kuwon, Karas, Temenggungan, Pelem, Manisrwejo dan Jalan raya Glodok Maospati lebih kurang perharinya 200 kendaraan sehingga membuat masyarakat sekitarnya terganggu dengan bising dan udara debu yang berterbangan, apalagi di tambah jalan tersebut adalah untuk kelas 3, galau . Meskipun jalan  itu juga sedang di perbaiki oleh pengusaha jalan tol, tetapi kenyamanan dan ketentraman masyarakat terganggu, kata Giono salah satu warag desa Pelem .

Hasil Investigasi ternyata ada kurang lebih 8 tiitik penambangan yang tersebar di desa Kuwon, Karas , Temboro dan Sumur Songo Kec Karas Kabupaten Magetan . 4 Desa tersebut saat dikonfirmasi kepada 4 Kepala Desa yang didesanya ada lokasi Penambangan, Jawabannya sama yaitu tidak tahu atau belum baca adanya Undang-undang Minerba tahun 2014, sehingga yang dia tahu hanya dari perkataan lisan dari pengusaha tambang bahwa itu sudah semua berijin sehingga masyarakat, LSM ataupun wartawan menanyakan tentang hal mengalami jalan buntu dalam arti para  pengusaha tersebut tidak memberikan salinan atau Foto Copy seluruh perijinan yang dipunyai kepada Kepala Desa .

Luky salah satu aktivis Forum Peduli Masyarakat Ekonomi Lemah mengemukakan temuannya dilapangan bahwa para pengusaha tambang itu dilokasi penambangan sudah memasang papan nama yang bertuliskan sudah ijin Operasi Produksi dengan nomer sekian seolah-olah sudah transparan tapi ternyata belum, kenapa …… ??, sebab perlu diketahui dan dibaca dan dipahami  bersama dalam Undang-undang Minerba batu bara tahun 2014 tentang pertambangan dalam pasal 39 jang mengenai Ijin Usaha Pertambangan ( IUP ) Esplorasi dan Produksi itu mungkin sudah terpenuhi walaupun salinannya tidak ada di kantor desa setempat, tetapi bila kita mengacu pada pasal 100 yang berbunyi “  Pemegang IUP & IUPK wajib menyediakan Dana Jaminan Reklamasi dan Pasca Tambang, yang arti para pengusaha tambang tersebut wajib menyetorkan dana / uang jaminan Reklamasi dan pasca tambang kepada Negara agar pengusaha satu komitmen untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah di tambang & lingkungan hidup tidak terganggu baik udara ataupun sarana jalan yang dilewati bisa normal dan yang jaminan itu bisa dikembalikan oleh Negara .

Ditempat terpisah Kancil (nama samaran) dari aktivis LPI membenarkan apa yang dikatakan oleh Luky  dan dia menambahkan ucapan itu, agar pengusaha tambang yang nakal dalam arti setelah selesai penambangan lalu ditinggal begitu saja .Tapi disini anehnya, waktu luky menanyakan kepada 4 Kepala desa yang ketempatan terkait apakah ada bukti  salinan setoran Dana/Uang Jamian Reklamasi  & Pasca Tambang malah jawabannya tidak ada dan kalau ketemu pengusahanya akan di minta salinan tersebut agar masyarakatnya bila bertanya akan bisa dijawab karena ada salinan seluruh ijin yang harus dipenuhi dan bukti setoran jaminannya

Dikatakan juga oleh Rasimin sebagai ketua Formel waktu anggotanya memberikan informasi kepadanya hasil pemantauan dilapangan dan sudah menemui 2 orang pengusaha tambang dilokasi yang berbeda yaitu Mundir dan Darmaji mengenai salinan bukti setoran Dana/uang jaminan Reklamasi & Pasca tambang malah tidak bisa menjawab termasuk kenapa kantor desa tidak diberikan salinan atau fotopynya ,ada apa semua itu  ?????

Okelah kalau begitu permainannya dan jangan salahkan kami apabila akan menggandeng LSM lainya walaupun baru dari  Lembaga Pemantau Independen ( LPI ) akan mengirimkan surat Audensi  kepada Kapolres Magetan dan apabila surat kami tidak ditindak lanjuti atau hasil audensi kurang menurut kami maka akan berkirim surat untuk Audensi Kepada Kapolda Jawa Timur ( TEAM )

(Visited 130 times, 1 visits today)

Photo Gallery

© 2013 BeritaTrans9.com All rights reserved